>> MEMBER LOGIN


www.maliqmusic.com
Username Password
Not a member yet? sign in here

jawa blog

Blog Lainnya

Hakekat Kehidupan...

Sang malam perlahan menjadi pagi..

dan sang mentari pun merangkak naik perlahan menjemput

sang siang.. Lalu dia turun lagi ditelan cakrawala,

diiringi dengan datangnya sore hari, yang bertahtakan kemilau lembayung,

agar kembali menjadi malam..

dan malam pun terus menjalani takdirnya

dan terus seperti itu lagi.. dan lagi..

 

"Seorang bijak" mengatakan padaku, bahwa batu bulat

besar, yang berputar, yang bernama bumi ini adalah sebuah

pelajaran yang sering terlupakan atau mungkin di

abaikan oleh manusia di dalamnya ..

 

Siang akan selalu datang dengan panas yang meraja..

lembayung senja akan jadi saat terindah saat matari

meninggalkan bumi,

dan menyambut datangnya malam dengan ikhlas..

malam akan tetap menjadi dingin, dengan gulita yang

menyertai.... lalu pagi tetap akan menjadi peralihaan sempurna yang

berhias embun dan segarnya udara..

semua akan kembali pada hakekat kehidupannya,

bahkan kita sang manusia.. ya!! kita anak-anak

manusia.

 

 

Sejenak kurenungkan tentang semesta, yang lalu coba ku

disangkut-paut kan dengan hakekat kehidupan manusia

diatasnya diatas bumi manusia ini..

tapi langsung kubertanya pada seorang bijak tadi..

 

"Adakah filosofi tentang bulatnya bumi, serta hakekat

kehidupan anak manusia, juga berlaku pada sesuatu yang

bernama perasaan?? seperti layaknya perasaan anak manusia yang selalu

berganti warna? wahai sang bijak??",

 

 

"Adakah sang malam menyesal karna terlalu cepat dia

mengukuhkan gelapnya?, Adakah matahari merasa iri pada

sang bulan yang selalu dipuja oleh para pujangga?"

 

"Adakah pagi dan sore meyatakan ketidak terimaannya

karena mereka hanya memiliki waktu yang sangat sebentar

padahal mereka sadar bahwa merekalah yang membuat

Semesta menjadi lebih indah?, Serta tanpa mereka pula

perpindahan matahari dan bulan akan menjadi sesuatu

yang janggal adakah mereka menyesal dan tidak

terima?"

 

Lalu dengan penuh kebijaksanaannya

dia menjawab dengan

suara pelan..

 

"sang malam tidak pernah menyesal akan gelap,hening

dan dingin yang dimilikinnya, yang mungkin menurutmu

terlalu sebentar untuk singgah di atas bumi ini,

tidak!" dia tidak menyesal, karna selain dia yakin akan

dingin dan gelap yang dia miliki tetap akan dinanti

oleh mereka, (anak manusia), guna menemani tidur dan

melelapkan semesta dengan dingin dan gelapnya.."

 

 

"Lalu bagaimana dengan matahari sang raja siang"

tanyaku?... tetap dengan pelan dia menjawab.

 

"Seperti halnya sang malam, matahari yang tidak pernah

atau mungkin jarang dipuja oleh para pujangga, tapi

justru karna terangnyalah sang bumi punya penghidupan

untuk anak-anak manusia.." "dan dengan panasnyalah sang

pohon bisa bernafas guna mengeluarkan zat yang manusia

butuhkan untuk bernafas.. akankah kita hidup tanpa

nafas?" jawabnya..

 

 

"Begitu juga dengan pagi dan sore hari, mereka

menjalani takdirnya untuk hanya menjadi sebuah

transisi akan kerajaaan gelap, dan terang cahaya.."

 

"mereka di anugrahkan keindahaan yang tiada dimiliki

oleh siang yang terang, dan malam yang kadang terlalu

gelap.."

 

"pada pagi kami titipkan embun yang sangat

menyejukkan dan pada sore kami hadiahkan lembayung

senja yang indah.."

 

 

"Tapi menagapa kami sang manusia selalu memiliki

penyesalan? juga ketidak terimaan, Akan perpindahan

warna perasaan..??  Bahkan, diantara kami ada yang memilih mati!

lalu kalah oleh perasaannya sendiri..

Sepertihalnya perpindahan suasana hati dari bahagia

menjadi durja..atau perubahan dari hati yang penuh dengan warna tiba-tiba

berubah menjadi abu-abu ? Walaupun dengan segala daya dan

upaya kami selalu meminta pertolonganNya.

tapi ketidakterimaan dan logika selalu saja menjadi penghalang

kami untuk jadi manusia sejati atau manusia

seutuhnya.."

 

 

Sejenak dia menatap mataku tajam.. lalu tersenyum

menyimpulkan kebijakannya.. lalu dia mulai

berkata-kata tentang manusia diatas bumi manusia..

 

"Sebutkan padaku bagaimana gambaran dalam benakmu

bentuk sang manusia sejati, atau manusia seutuhnya

yang kau bilang tadi?"

"manusia akan tetap menjadi manusia..

yang dianugrahkan padanya logika dan perasaan..

logika dan perasaan, adalah transisi seperti halnya

sore dan pagi hari,"

"keceriaan hati adalah siang, dan durja adalah malam..

akankah ada kehidupan sejati tanpa adanya terang siang

atau gelapnya malam?"

 

 

"Sahabatku, kita hanya manusia dan sebaiknya

bersyukurlah.."

dan sadarlah, kalau kita tidak akan pernah menapaki

kehidupan dalam nafas keilahian..

karna kita tidah ditakdirkan untuk memiliki sifat

keilahian tadi

 

Namun walaupun kita tidak dianugrahkan sifat keilahian

nan agung itu kita dianugrahkan sesuatu yang sangat

berharga, yaitu logika dan perasaan!!, ya transisi kita

sebagaimana manusia.."

 

lalu dia menghela nafasnya sejenak untuk kemudian

menitipkan kata terakhirnya.........

 

 

 

"Temukan porosmu sahabat

dan berputarlah dengan ikhlas.."

 

 

 

"Dendy Sukarno"

12/11/07 04:49 AM


Comments